Selasa, 6 September 2011

Stimulasi otak

Sharing is caring!
Stimulasi otak

Ternyata berbicara dengan janin dapat menstimulasi otak sejak dini. Rangsangan dipercaya dapat memengaruhi pertumbuhan sinaps (proses sinaptogenesis), yang membutuhkan banyak sialic acid untuk membentuk gangliosida yang penting untuk kecepatan proses pembelajaran dan memori.
Sentuhan halus pada perut iIbu disertai bicara, bernyanyi atau membaca do'a kepada janin didalamnya. Bisa juga memperdengarkan lagu klasik melalui earphone, namun penting diingat bahwa si Ibu juga harus menyukai lagu klasik, sebab suasana hati Ibu memengaruhin janin. Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap hari, setiap saat Ibu bisa berinteraksi dengan janin, saat mandi, memasak, atau berbaring santai.

Setelah kelahiran, tentunya cara stimulasinya berbeda. Berikut adalah cara menstimulasi bayi sesuai perkembangan usianya.


0-3 bulan
Memberikan rasa aman dan nyaman adalah sangat penting bagi Ibu dan bayi. Berikan senyuman sambil menatap mata bayi, memeluk, menggendong, membunyikan suara atau musik, sirangsang untuk meraih mainan, menggulingkan ke kanan/kiri, tengkurap-telentang.

3-6 bulan
Memperlihatkan wajah bayi di cermin, bermain 'cilukba', bernyanyi, dirangsang untuk tengkurap-telentang, duduk.

6-9 bulan
Panggil namanya, bersalaman, bertepuk tangan, bacakan dongeng, bernyanyi atau bermain musik bersama, rangsang untuk duduk, berlatih berdiri dengan berpegangan.

9-12 bulan
Menyebut nama orang tua, kakak, latih berdiri, jalan sambil berpegangan, minum dari gelas, masukkan mainan ke dalam wadah, berikan mainan sederhana berbentuk binatang.

12-18 bulan
Susun balok kubus, bermain puzzle sederhana, latihlah untuk berjalan tanpa berpegangan, lepas celana, tendang bola, mengerti apa yang diperintahkan (apa ini, pegang ini, mana buku, ambil ini), bacakan dongeng yang lebih panjang.

18-24 bulan
Perkenalkan benda-benda disekitar rumah, tunjuk, sebutkan dan tanyakan bagian-bagian tubuh, pakai baju-celana, cuci-tangan, menggambar atau mewarnai, latihan berlari, lempar bola, lompat, ajak bicara tentang kesehariannya tentang makan, minum dan mandi.

2-3 tahun
Tambahkan pengetahuan dengan mengenalkan warna, pengenalan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah), hitung benda, sikat gigi, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil/besar di toilet, untuk menambah perbendaharaan katanya bacakan cerita yang agak panjang.

Setelah 3 tahun
Belajar menulis serta memegang pensil yang baik, mengenal huruf dan angka, kemandirian (bisa ditinggal di sekolah), berbagi dengan teman.

Rangsangan harus dilakukan dengan suasana bermain yang menyenangkan disertai kasih sayang secara terus menerus dan berbagai macam variasi. Hal itu akan merangsang pembentukan cabang-cabang sel otak, melipatgandakan jumlah hubungan antarsel otak sehingga membentuk sirkuit otak yang lebih kompleks.




- Posted using BlogPress from my iPad

1 ulasan:

  1. rasanya macam sedang mengajar bibik aja dong..hehehe..gud info

    -kak mimi-

    BalasPadam

The bittersweet to remember..
Tq :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Catatan Popular